Ingin segera berlalu, dalam lika-liku dosa. Kapankah peleburan
dosa ini kan ku dapatkan sementara kenikmatan akan semua kesalahan begitu melenakan. Bising semakin menguasai
duniaku dalam kesendirian, merobek asa yang tiap kali kubangun dalam derai tawa
penuh lena. Kemanakah kan kucari. Pengampunan dari setiap dosa dan kesalahan.
Sendiri ini semakin membuatku lena. Membuat angkuh fikiranku
dengan imaji yang kadang membuatku bungkam. Membuatku lalai dalam diam yang
seakan ketaatan. Aku, dalam ingatan yang berkabut akan masa lalu yang begitu
kelam, aku dengan segala ketakutan akan masa depan yang tak kunjung datang.
Sudahlah semua, bisakah tinggalkan aku yang mulai mengerti
arti hina? Bisakah tak menyentuhku yang mulai kehilangan rasa ngilu dari luka? Bisakah
tetap diam untuk sesaat. Tak perlu kata. Cukup diam dan aku kan melihat. Wajah seperti
apa yang tertangkap oleh mata. Aku bisa membacanya duhai. Tak perlu kata. Tak perlu
suara, tak perlu isyarat bunyi yang nantinya akan kusesali. Aku bisa mengerti
bahkan hanya dari tatapanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar