Dalam mengibadahi Sang Pencipta
begitu banyak cara yang bisa kita lakukan. Setiap hamba dinilai berdasarkan
ibadahnya. Amalan itu nanti yang akan membedakan derjat taqwa seorang hamba. Begitu
banyak tingkatannya. Mulai yang dikenal karena cahaya keimanannya, sampai yang
tersembunyi dan hanya penduduk langit yang lebih mengenal namanya. Lalu dimana
bagianku terletak? Ketika semua berlomba meningkatkan kualitas dan kuantitas
keimanannya?
Dalam mengibadahi sang pencipta
begitu banyak cara yang bisa kita lakukan. Setiap hamba diganjari sesuai dengan
ibadahnya. Mereka yang ahli shalat akan dipanggil dari pintu shalat di syurga
kelak. Mereka yang ahli shaum akan dipanggil dari pintu ar-rayyan. Dan Abu
Bakar merupakan salah seorang yang akan dipanggil dari setiap pintu. Lalu dimana
bagianku terletak? Ketika semua telah memasukinya dan tak satu pintu pun
memanggilku kelak?
Padahal aku bukanlah hambaNya
yang taat, bukan pula yang baik ibadahnya, bukan yang kaya dan dermawan
diantara hambaNya, bukan yang senangi dunia ataupun langitNya. Lalu bagaimana
aku akan menghadapi hari-hari setelah kematian nanti? Sedang kini tak satupun
hujjah atas semua sikap yang telah kulakukan selama ini? Bagaimana aku akan
menghadapi kesendirian di dalam kuburku nanti? Sedang kini lenaan dosa selalu
menghampiri, sedang kemaksiatan adalah hal rutin yang kulakukan sehari-hari? Bagaimana
aku akan dibangkitkan nanti? Akankah keringat diri menenggelamkanku pada hari
berbangkit nanti?
Ya Rabb sungguh aku malu
bermaksiat dan terus kembali memohon ampunanMu, aku malu mengibadahiMu dengan
sisa-sisa tenagaku, mengingatMu disela-sela kesempitanku, aku malu menafikkan
segala pengawasanMu. Ya Rabb,, pada yaumil hisab nanti Tak ada yang bisa
menyelamatkanku kelak Ya Rabb,tidak ibadahku, tidak juga amalanku. Hanya ampunanMu,
hanya kasih sayang dan rahmad Mu yang bisa membuatku memasuki syurgaMu. Ampuni
kami Ya Rabb Perkenankanlah ya Rabb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar