Kamis, 13 November 2014


Dalam mengibadahi Sang Pencipta begitu banyak cara yang bisa kita lakukan. Setiap hamba dinilai berdasarkan ibadahnya. Amalan itu nanti yang akan membedakan derjat taqwa seorang hamba. Begitu banyak tingkatannya. Mulai yang dikenal karena cahaya keimanannya, sampai yang tersembunyi dan hanya penduduk langit yang lebih mengenal namanya. Lalu dimana bagianku terletak? Ketika semua berlomba meningkatkan kualitas dan kuantitas keimanannya?
Dalam mengibadahi sang pencipta begitu banyak cara yang bisa kita lakukan. Setiap hamba diganjari sesuai dengan ibadahnya. Mereka yang ahli shalat akan dipanggil dari pintu shalat di syurga kelak. Mereka yang ahli shaum akan dipanggil dari pintu ar-rayyan. Dan Abu Bakar merupakan salah seorang yang akan dipanggil dari setiap pintu. Lalu dimana bagianku terletak? Ketika semua telah memasukinya dan tak satu pintu pun memanggilku kelak?
Padahal aku bukanlah hambaNya yang taat, bukan pula yang baik ibadahnya, bukan yang kaya dan dermawan diantara hambaNya, bukan yang senangi dunia ataupun langitNya. Lalu bagaimana aku akan menghadapi hari-hari setelah kematian nanti? Sedang kini tak satupun hujjah atas semua sikap yang telah kulakukan selama ini? Bagaimana aku akan menghadapi kesendirian di dalam kuburku nanti? Sedang kini lenaan dosa selalu menghampiri, sedang kemaksiatan adalah hal rutin yang kulakukan sehari-hari? Bagaimana aku akan dibangkitkan nanti? Akankah keringat diri menenggelamkanku pada hari berbangkit nanti?
Ya Rabb sungguh aku malu bermaksiat dan terus kembali memohon ampunanMu, aku malu mengibadahiMu dengan sisa-sisa tenagaku, mengingatMu disela-sela kesempitanku, aku malu menafikkan segala pengawasanMu. Ya Rabb,, pada yaumil hisab nanti Tak ada yang bisa menyelamatkanku kelak Ya Rabb,tidak ibadahku, tidak juga amalanku. Hanya ampunanMu, hanya kasih sayang dan rahmad Mu yang bisa membuatku memasuki syurgaMu. Ampuni kami Ya Rabb Perkenankanlah ya Rabb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar